Pengertian jurnalistik secara umum, merupakan kegiatan mencari, mengolah dan mempublikasikan berita kepada khalayak melalui media massa. Istilah jurnalistik terkandung makna sebagai suatu seni dan keterampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan informasi dalam bentuk berita secara indah agar dapat diminati dan dinikmati sehingga bermanfaat bagi segala kebutuhan pergaulan hidup khalayak.
Kegiatan jurnalistik sangat penting dikembangkan di sekolah untuk meningkatkan kreativitas para siswa/i. Hal ini juga sejalan dengan era kemajuan teknologi informasi yang terus berkembang pesat. Kegiatan jurnalistik juga dapat meningkatkan daya kritis dan kepekaan para siswa dalam merespon kejadian-kejadian yang terjadi dimasyarakat. Karena itu peningkatan kegiatan jurnalistik di sekolah sangat perlu dilakukan. Eksistensi jurnalistik kini sudah merebak di kalangan murid dan lingkungan sekolah, termasuk Sekolah Menengah Atas (SMA). SMA sebagai jenjang pendidikan formal menengah tertinggi menjadi acuan dan jembatan bagi para siswanya untuk dapat mencapai jenjang yang lebih tinggi dengan persiapan yang matang, baik dari segi fisik maupun mental. Oleh karena itu, banyak SMA yang sudah memakai jurnalistik sebagai kurikulum non-formal bagi kegiatan ekstrakurikuler maupun pelatihan-pelatihan tingkat siswa. Masa usia SMA ialah masa dimana pengambilan keputusan meningkat. Siswa SMA harus mengambil keputusan-keputusan tentang masa depan, teman-teman mana yang akan dipilih, dimana akan kuliah, program studi apa yang akan dipilih, dan seterusnya. Besarnya minat remaja terhadap pendidikan sangat dipengaruhi oleh minat mereka pada pekerjaan (Hurlock, 1980: 220), hal ini berarti minat siswa SMA terhadap pendidikan akan dipengaruhi oleh minat terhadap pekerjaan. Kalau siswa SMA mengharapkan pekerjaan yang menuntut pendidikan tinggi, maka pendidikan akan dianggap sebagai batu loncatan. Biasanya siswa/i SMA lebih menaruh minat pada pelajaran-pelajaran yang nantinya akan berguna dalam bidang pekerjaan yang dipilihnya. Bidang pengembangan minat seperti ekstrakurikuler juga dapat menjadi batu loncatan siswa tatkala pelajaran-pelajaran yang disasar tidak ada dalam kurikulum formal sekolah.